Bismillahirrahmanirrahim, saya rasa itu adalah kalimat yang paling tepat untuk mengawali segalanya. Ini adalah postingan pertama saya, dan teman teman sekalian akan saya ajak berjalan-jalan di pemikiran saya huehehe.
Baiklah izinkan saya memperkenalkan diri saya dulu, siapa tahu kita bisa berkawan/bertukar pemikiran. Nama saya Fierel Arga Perdana, panggil saja Fierel. Saya adalah seorang pelajar di sebuah SMA di kota Klaten. Lalu bicara soal hobi, saya sangat mencintai petualangan, karena saat bertualang kita akan melalui proses yang luar biasa. Salah satu kegiatan yang saya suka adalah mendaki gunung. Jika ditanyai alasan suka mendaki? Oke, mungkin akan saya jelaskan panjang lebar, siapkan cemilan untuk menyimak.
Yang pertama, saya ingin melihat negeri tercinta kita ini dari berbagai sudut pandang, karena mendaki bukan hanya soal di gunung nya, jauh sebelum itu kita harus mempersiapkan segalanya sebelum pendakian dimulai. Misal, kita akan mendaki di gunung X. Sebelum itu kita harus tau seluk beluk informasi tentang gunung tersebut, mulai dari mengumpulkan data sekunder yang didapat di internet hingga survey langsung ke lokasi tertentu untuk mengumpulkan informasi dan menyiapkan keperluan. Hal itu membuat kita tahu banyak hal, bertemu banyak orang baru, serta menambah rasa cinta kita terhadap Negeri. Karena mencintai negeri ini dapat dimulai dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat.
Lalu yang kedua, saya ingin lebih bersyukur kepada Tuhan semesta ini. Dengan melihat ke dunia luar, kita akan dapat lebih mengerti betapa besar karunia-Nya untuk kita semua, dan dari situ pula kita akan sadar betapa kecilnya kita yang angkuh ini berjalan di muka bumi.
Yang ketiga, saya ingin melakukan perenungan atas kehidupan dan semua yang telah saya lakukan. Hal menarik dari menggapai tujuan adalah prosesnya, kita akan melalui sebuah proses panjang saat melakukan pendakian. Gunung diibaratkan sebagai miniatur kehidupan. Mulai dari pintu masuk pendakian, yaitu layaknya lahirnya kita ke muka bumi, lalu kita berjalan dengan santai dan landai sampai akhirnya perjalanan mulai menanjak dan terjal. Di umur yang menginjak dewasa kita akan melalui berbagai masalah dan dinamika dalam hidup. Sama halnya mendaki, ditengah perjalanan, kita akan terpeleset berkali-kali, lalu si pemenang akan bangkit dan si pecundang akan nyaman pada posisinya. Dan saat kita akan mencapai puncak, di sinilah ujian yang paling berat. Bertarung dengan ego, selangkah demi selangkah. Ya, memang menyakitkan dan sangat berat, tapi di sinilah kita akan banyak belajar. Sampai pada akhirnya kita akan mencapai puncak! Ya, puncak kesuksesan. Sukses bukan hanya tentang memiliki banyak uang, namun ketika kita berhasil mewujudkan mimpi-mimpi kita.
Kira-kira seperti itulah sedikit pandangan saya tentang bertualang, khususnya mendaki gunung. Apabila teman-teman sekalian memiliki pemikiran-pemikiran juga tentang hal ini, senang rasanya bisa bertukar pikiran. Oh ya, kita juga bisa berkawan, hehe.
Salam.
![]() |
| Foto yg saya ambil di Gn. Bromo thn 2018 |
Yang pertama, saya ingin melihat negeri tercinta kita ini dari berbagai sudut pandang, karena mendaki bukan hanya soal di gunung nya, jauh sebelum itu kita harus mempersiapkan segalanya sebelum pendakian dimulai. Misal, kita akan mendaki di gunung X. Sebelum itu kita harus tau seluk beluk informasi tentang gunung tersebut, mulai dari mengumpulkan data sekunder yang didapat di internet hingga survey langsung ke lokasi tertentu untuk mengumpulkan informasi dan menyiapkan keperluan. Hal itu membuat kita tahu banyak hal, bertemu banyak orang baru, serta menambah rasa cinta kita terhadap Negeri. Karena mencintai negeri ini dapat dimulai dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat.
Lalu yang kedua, saya ingin lebih bersyukur kepada Tuhan semesta ini. Dengan melihat ke dunia luar, kita akan dapat lebih mengerti betapa besar karunia-Nya untuk kita semua, dan dari situ pula kita akan sadar betapa kecilnya kita yang angkuh ini berjalan di muka bumi.
Yang ketiga, saya ingin melakukan perenungan atas kehidupan dan semua yang telah saya lakukan. Hal menarik dari menggapai tujuan adalah prosesnya, kita akan melalui sebuah proses panjang saat melakukan pendakian. Gunung diibaratkan sebagai miniatur kehidupan. Mulai dari pintu masuk pendakian, yaitu layaknya lahirnya kita ke muka bumi, lalu kita berjalan dengan santai dan landai sampai akhirnya perjalanan mulai menanjak dan terjal. Di umur yang menginjak dewasa kita akan melalui berbagai masalah dan dinamika dalam hidup. Sama halnya mendaki, ditengah perjalanan, kita akan terpeleset berkali-kali, lalu si pemenang akan bangkit dan si pecundang akan nyaman pada posisinya. Dan saat kita akan mencapai puncak, di sinilah ujian yang paling berat. Bertarung dengan ego, selangkah demi selangkah. Ya, memang menyakitkan dan sangat berat, tapi di sinilah kita akan banyak belajar. Sampai pada akhirnya kita akan mencapai puncak! Ya, puncak kesuksesan. Sukses bukan hanya tentang memiliki banyak uang, namun ketika kita berhasil mewujudkan mimpi-mimpi kita.
Kira-kira seperti itulah sedikit pandangan saya tentang bertualang, khususnya mendaki gunung. Apabila teman-teman sekalian memiliki pemikiran-pemikiran juga tentang hal ini, senang rasanya bisa bertukar pikiran. Oh ya, kita juga bisa berkawan, hehe.
Salam.

Komentar
Posting Komentar